Cerita dari Zlin, Republik Ceko - Vienna [ Museum, Sacher Torte, Apple Studdle, dan Teman Lama ]

February 27, 2016


Hari kedua kita mulai dengan berangkat ke Schonbrunn palace. Naik kereta dari Schottenring line warna hijau sampai ke Schonbrunn. Keluar dari stasiun Schonbrunn kita langsung bisa melihat istana Schonbrunn ini. Tapi untuk menuju pintu masuk butuh jalan kaki sekitar 3-5 menit.

Harga tiket dan lain-lain sudah tertera di website


Kita memilih imperial tour yang berisi tour ke 22 ruangan di istana. Untuk para pelajar bisa menggunakan kartu pelajar kalian untuk mendapat harga pelajar.

Harga tiket masuk imperial tour ( student ) : 11.90





Begitu masuk kalian yang membawa tas punggung harus dititipkan di tempat penitipan barang, sedangkan tas tangan boleh dibawa masuk. Sayangnya di dalam istana, pengunjung tidak diperbolehkan mengambil foto. Padahal pengen  foto terus masukin instagram kan....captionnya “ Home Sweet Home “ :p

Setelah itu kalian boleh mengambil audio guide berbentuk seperti telfon wireless. Sepanjang tour kalian bisa menekan nomor yang ada sesuai dengan nomor ruangan. Misalnya kalian berada di ruanga nomor 9, maka tekan nomor 9 dan akan ada penjelasan tentang ruangan itu. Keren kan?

Agak aneh sih karena didalam istana semua orang berjalan sambil memegang audio guide tersebut. Hahaha

Selanjutnya tour memakan durasi sekitar 40 menit. Tapi nggak berasa lama karena ruangan di dalamnya bagus dan ada sejarah-sejarahnya. Pokoknya menurut kami bertiga ini sepadan dengan harganya deh! Recommended !

Jangan lupa beli oleh-oleh dari Schonbrunn ini. Gue beli taplak gelas seharga kalo nggak salah 5 €. Saran gue sih beli yang edisi Schonbrunn aja. Kalau magnet atau embel-embel bertuliskan ‘Vienna’ bisa dibeli dengan harga lebih murah di tempat lain.

Balik ke stasiun Schonbrunn kita langsung cuss ke Belvedere. Nah untuk ke Belvedere ini kita harus turun di Karlsplatz. Keluar dari Karlsplatz bakal ngeliat St.Charles Church lagi dan kemudian jalan ke belakangnya dikit dan ambil kanan aja sampai ketemu patung pahlawan, ikutin jalan dan akan menemukan banyak bendera-bendera bertuliskan ‘Belvedere’. ( sederhananya : google maps aja deh! )

Belvedere dari luar

Sesampainya di Belvedere, luarnya kurang menarik dan harga tiket masuk lumayan mahal sekitar 12€. Di dalam kita bisa melihat pameran lukisan. Tapi karena nantinya di Albertina Museum kita juga akan melihat pameran lukisan karya maestro-maestro dunia, kita jadi memutuskan nggak masuk dan langsung ke Albertina Museum aja.

Tapi kalau mau tau tentang Belvedere ini bisa buka di websitenya;

Dari Belvedere jalan balik ke arah St.Charles dan kemudian  berjalan ke arah State Opera. Dari sana tinggal berbelok sedikit dan akan ketemu Albertina Museum.


lampu lalu lintas yang bikin baper

Waktu di jalan menuju Albertina Museum gue melihat hotel Sacher. Menurut blog traveltarius ( baca entar  ) kue Sacher Torte khas dari Vienna adanya di hotel ini dan wajib dicoba kalau ke Vienna. Kita bertiga pun masuk. Ternyata untuk mendapat tempat duduk kita harus antri. Tapi antrinya nggak lama sih... karena tempat ini cuma untuk makan kue dan minum teh sebentar.

The famous sacher torte

apple struddle 

Kita pun memesan satu potong kue Sacher torte dan satu apple struddle yang asalnya juga dari Vienna. Kenapa hanya pesan satu? Karena satu potong kue Sacher harganya 6€ atau setara dengan Rp.90,000,- !!

Menurut gue kue Sacher ini rasanya biasa aja...hehehe... untuk pecinta coklat mungkin akan menjadi surga tersendiri. Bagi gue yang biasa saja dengan coklat, kue ini terlalu manis dan ada sedikit asam mungkin dari selai buah (?). Sedangkan apple struddle yang nggak kalah mahalnya bikin perut gue enek. Awalnya gigitan pertama, apple struddle ini terasa enak banget. Tapi lama-lama jadi enek dan malah nggak habis.

Saran gue, jika memang mau mencoba kue Sacher dan apple struddle bisa bagi-bagi bertiga atau berempat kecuali kalian memang penggemar makanan manis.

Lanjut ke Albertina Museum...
Di Albertina Museum kalian bisa melihat karya-karya maestro dunia mulai dari masa renaissance, romantik sampai impresionisme. Contohnya karya Lenodaro Da Vinci dan Picasso.

Harga tiket masuk : 8.5 €.

lukisan karya Pablo Picasso : Woman with a Green Hat

Ketika gue melihat secara langsung lukisan-lukisan impresionist, jadi berasa banget ‘pemberontakan’ yang ada pada seniman-seniman masa itu. Tadinya semua harus terstruktur dan sesuai dengan realitas, namun pada masa impresionisme ini seniman-seniman lebih berani mengungkapkan perasaan yang terlintas dalam diri mereka.

Oh ya, di Albertina Museum ini gue juga bertemu teman dekat gue sejak SMP yang kebetulan sedang melancong ke Vienna juga. Lama tak jumpa malah ketemu di Vienna. Lumayan, sedikit melepas rindu.

temu kangen!


Keluar dari museum Albertina, langit udah agak gelap. Kitapun pergi menuju sebuah cafe yang terkenal bernama ‘ Alt Wien’. Menurut pernyataan warga lokal, cafe ini adalah salah satu cafe tertua di Vienna. Menu yang paling terkenal adalah schnitzel. Kalian akan tahu sebentar lagi, apa itu schintzel...


Cafe Alt Wien ini letaknya lumayan terpencil, maksudnya di jalan-jalan kecil gitu. Kalau mau kesini mending google maps dulu dari hostel atau kalau memang ada data di smartphone malah lebih baik.

ini dia Schintzel alias babi goreng tepung (?)

Setibanya di Cafe Alt Wien betul saja, interiornya otentik banget. Keliatan tua dan cozy. Tempatnya juga ramai dan hampir semua orang disitu memesan Schnitzel. Untuk harga Schintzel gue agak lupa, kalau tidak salah sekitar 10€.



Bagi yang muslim, Schintzel tidak gue sarankan karena mengandung daging babi. Hehe...

Tapi di Cafe Alt Wien ini juga ada pilihan lain tapi menunya dalam bahasa Jerman, jadi bersiaplah menerjemah satu persatu. Untuk penggemar kopi juga disarankan memesan kopi disini. Sayangnya gue nggak minum kopi, jadi tidak mencoba.

Setelah kenyang, kami pun kembali ke hostel dan beristirahat.
Besok kami akan kembali ke Zlin tapi sebelumnya mau melihat The Prater alias bianglala yang usianya udah tua banget. Kita juga mau berkunjung ke Toko Sederhana yang menjual makanan-makanan Indonesia :D

Cerita hari ke-tiga akan gue ceritakan di postingan berikutnya....ok!

Semoga terbantu,
Enjoy :)

Posting mengenai Vienna lainya : 


























You Might Also Like

0 comments